WHO Nyatakan Bahwa Tidak ada bukti Virus Berasal Dari Laboratorium

Hari Selasa kemarin, juru bicara WHO, Fadela Chaib, mengatakan semua bukti menunjukkan virus tersebut “tidak dimanipulasi atau dikonstruksi di laboratorium atau tempat lain.”

“Kemungkinan, sangat mungkin, virus itu berasal dari hewan,” ujarnya dalam jumpa pers WHO di Jenewa, Swiss.

Prediction of the End of the Corona Outbreak in America

Proses transmisi virus Covid-19 dari hewan ke manusia belum jelas, ia menambahkan.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bukti-bukti yang ada mengindikasikan bahwa virus corona berasal dari hewan, dan menepis laporan yang menyebut virus itu diciptakan di laboratorium penelitian virus di Wuhan, China.

Seorang ilmuwan melakukan tes virus corona di sebuah laboratorium di Yunani. (EPA)

China’s Central Bank Issues IDR 923 T To Support Small Banks

“Kemungkinan besar ia berkembang biak di kelelawar tapi bagaimana virus tersebut menular dari kelelawar ke manusia belum diketahui,” ujarnya.

Tak lama setelah isu virus corona ini mengemuka, muncul berbagai spekulasi – kebanyakan tidak berdasar – mengenai asal-usulnya.

Satu teori yang sempat menjadi viral di dunia maya mengatakan SARS CoV-2 diciptakan di laboratorium sebagai senjata biologis.

Tudingan ini telah berkali-kali dibantah oleh para ilmuwan, yang menekankan bahwa berbagai penelitian menunjukkan virus tersebut berasal dari hewan – kemungkinan besar dari kelelawar.

China Shares Money With Citizens To Buy Cars

Namun penelitian tentang genom virus corona di AS, yang dipublikasikan pada bulan Maret, tidak menemukan tanda bahwa virus tersebut direkayasa.

Teori lainnya menuding virus tersebut alami, namun tak sengaja lepas dari laboratorium. Kedekatan pasar makanan laut Wuhan, tempat wabah tersebut pertama kali dideteksi, dengan setidaknya dua lembaga yang melakukan penelitian penyakit menular menimbulkan spekulasi mengenai kaitan.

Bahwa Wuhan Institute of Virology (WIV) memang pernah melakukan riset tentang virus corona di kelelawar. Penelitian tersebut sah dan diterbitkan di jurnal-jurnal ilmiah internasional. Mengingat pengalaman China dengan wabah Sars pada awal 2000-an, ini bukan hal mengejutkan.

Nusa Penida Island: Heaven for Humans and Biota

Ia menambahkan bahwa “ada diskusi diam-diam, di balik layar, di komunitas pakar keamanan hayati, mempertanyakan asal-usul pasar makanan laut yang telah muncul begitu kuat dari China.”

Namun hingga saat ini belum ada bukti bahwa lembaga riset manapun di Wuhan merupakan sumber Sars-Cov-2.

Pakar keamanan hayati di King’s College London, Dr. Filippa Lentzos, mengatakan persoalan asal-usul virus corona baru adalah “pertanyaan yang sangat sulit”.

Jimbaran Beach Bali: White Sandy Beach that Hits

Ia menambahkan bahwa “ada diskusi diam-diam, di balik layar, di komunitas pakar keamanan hayati, mempertanyakan asal-usul pasar makanan laut yang telah muncul begitu kuat dari China.”

Namun hingga saat ini belum ada bukti bahwa lembaga riset manapun di Wuhan merupakan sumber Sars-Cov-2.

Australia In Boycott China If It Continues To Urge Corona Investigations

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *