
Presiden Donald Trump mengklaim mengantongi bukti bahwa virus corona berasal dari satu laboratorium di China. Ia pun mengancam bakal menambah tarif atas barang dari Negeri Tirai Bambu.
Trump menekankan klaim tersebut kala sejumlah wartawan mempertanyakan kebenaran spekulasi bahwa virus corona berasal dari Institut Virologi di Wuhan, China.
America So the Epidemic Center Exceeds China, This Is The Reason
Trump pada Kamis (30/4) lalu mengaku sudah melihat bukti yang memberinya ‘tingkat kepercayaan yang tinggi’ jika virus mematikan itu berasal dari Institut Virologi Wuhan, China. Namun, Trump enggan membeberkan bukti yang dimilikinya.
“Ya, ya sudah,” katanya, menolak untuk memberikan spesifik.
Trump mengatakan bahwa ada kemungkinan China tidak dapat menghentikan penyebaran virus Corona atau membiarkannya menyebar.
Dia menolak mengatakan apakah dia menganggap Presiden China Xi Jinping bertanggung jawab atas apa yang dia sebut sebagai informasi yang salah tentang kemunculan virus Corona.
The US economy is at its lowest point, minus 9 percent because of Corona
pemerintahannya telah berusaha untuk menentukan apakah virus Corona berasal dari laboratorium Wuhan.
Hal itu menyusul laporan media yang menyebut diduga virus itu telah disintesis secara buatan di laboratorium. Yang didukung negara China atau mungkin melarikan diri dari fasilitas seperti itu.
Increasingly heats up, US-China Throwing Accusations Against Conspiracy [2]
Beberapa pekan terakhir ini, Trump memang telah menunjukkan rasa frustrasi yang meningkat terhadap China.
Hal itu, lantaran pandemi virus Corona telah menyebabkan puluhan ribu nyawa di Amerika Serikat. Hingga memicu kontraksi ekonomi dan mengancam peluangnya untuk terpilih kembali pada November.
Hal itu pun membuat hubungan AS dan China semakin memanas karena bersitegang mengenai asal mula virus Corona.
Beijing menyebut militer AS mungkin membawa virus ke China dan Trump mengatakan China gagal memperingatkan dunia akan risiko secara tepat waktu dan transparan.