[:en]The US economy is at its lowest point, minus 9 percent because of Corona[:]
Pengamat menyebut pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) bakal ‘hancur-hancuran’ karena pandemi virus corona, terutama pada kuartal I dan II 2020.
Ekonom Goldman Sachs, misalnya, memproyeksi pertumbuhan ekonomi riil AS negatif 9 persen pada kuartal I dan berlanjut hingga 34 persen pada kuartal II.
Kondisi ini terjadi, karena banyaknya perusahaan yang menempuh jalur pemutusan hubungan kerja (PHK). Jumlah pengangguran di AS pun dipastikan meningkat.
Rabu (1/4), ekonom tersebut menilai hantaman penyakit covid-19 memang belum tercermin dalam data bulanan AS. Namun akan terasa pada rilis tiga bulanan selama dua kuartal berturut-turut.
Not surprisingly, recent consumer reports indicate that the US is still quite confident at this time. Likewise with the monthly employment report, where the data does not or has not shown a significant downward trend.
Moreover, the survey period in making the report was conducted in the second week of March. At that time, the US only realized that there was a big threat from the corona virus and that keeping physical distance between residents had not been implemented.
Tak heran, laporan konsumen terakhir menunjukkan bahwa AS masih cukup percaya diri saat ini. Begitu juga dengan laporan pekerjaan bulanan, di mana datanya tidak atau belum menunjukkan tren menurun signifikan.
Apalagi, periode survei dalam membuat laporan dilakukan pada pekan kedua Maret. Saat itu, AS baru sadar ada ancaman besar dari virus corona dan jaga jarak fisik antar warga (physical distancing) belum diimplementasikan.
Namun, pada pertengahan tahun ini, ia meramalkan tingkat pengangguran melonjak hingga 15 persen. Pekan lalu saja, terdapat 32,8 juta orang AS yang mengajukan tunjangan pengangguran.
Kepala Ekonom Moody’s Analytics memproyeksi ada 4,5 juta orang yang terkena PHK mengajukan tunjangan pengangguran pekan ini. Angka itu akan menjadi yang tertinggi dalam sejarah.
Pemerintah AS perlu segera merealisasikan berbagai stimulus yang telah dijanjikan untuk seluruh lapisan masyarakat yang terdampak penyebaran virus corona. Salah satunya adalah pinjaman untuk pelaku usaha kecil.
Masalahnya, sekarang sudah memasuki awal bulan. Itu berarti waktunya bagi pelaku bisnis dan konsumen membayar cicilan utang ke perbankan. Namun, dana darurat yang dijanjikan pemerintah AS belum juga dicairkan.
Lihat saja, hanya dalam waktu tujuh pekan pasar saham jatuh ke rekor tertingginya. Pergerakan indeks Dow Jones tercatat paling parah karena anjlok lebih dari 30 persen.
Seluruh situasi ekonomi ini belum pernah terjadi sebelumnya. Para ekonom mengaku belum memiliki panduan dalam menghadapi situasi sekarang.
Hari para travelers manca negara, kali ini para pecinta pulau Bali dengan segala Keindahan di…
Bingung ke Bali mau mendaki dimana, Areabali Bali merekomendasikan Gunung diBali yang cocok banget buat…
Rekomendasi Tes Kriuk Babi Guling Di Bali. Yuk Areabali akan memberikan rekomendasi tes kriuk Babi…
Mantan istri Donald Trump Ivana Trump meninggal dunia di New York City. Ivana Trump meninggal…
Bingung Libur Kuliah Mau Kemana? YUK KE BALI. Teman mahasiswa dan mahasiswi bingung liburan kuliah…