Corona Membuat Ekonomi China Krisis Melebihi Resesi 1994

Bank sentral China (People’s Bank of China/PBoC) akan mengalirkan dana mencapai 400 miliar yuan atau US$56,3 miliar setara Rp923,32 triliun (berdasarkan kurs Rp16.400 per dolar AS) ke bank-bank kecil di negeri mereka. Dana akan digunakan untuk membantu likuiditas bank di tengah penyebaran pandemi virus corona atau Covid-19.

PBoC mengungkapkan tambahan likuiditas kepada bank diperoleh melalui penurunan batas cadangan kas bank di PBoC. Rencananya, bank sentral China akan memangkas batas pencadangan kas sebesar 100 basis poin (bps) dalam dua tahap.

Australia In Boycott China If It Continues To Urge Corona Investigations

Ekonomi China mulai menunjukkan geliat usai diguncang pandemi virus corona. Namun, langkah Negeri Tirai Bambu itu masih panjang di tengah ketidakpastian saat ini.

Pertumbuhan PDB China berpotensi menyusut menjadi satu hingga dua persen, terperosok dari pertumbuhan 2019 yang berada di 6,1 persen. Melansir CNN, Rabu (1/4), para analis termasuk Bank Dunia meramalkan, perekonomian China tahun ini bisa tak tumbuh sama sekali dalam skenario terburuk.

Is It True That China Stole the US Corona Virus Vaccine?

Bahkan, pemerintah China yang telah menentukan target PDB tiap tahun sejak 1985, ragu dalam memasang target. Seorang pembuat kebijakan di Bank Sentral China (PBOC) menyarankan pemerintahan Xi Jin Ping untuk tak menetapkan target pada 2020.

“Ini keadaan yang sangat sulit untuk merealisasikan pertumbuhan di angka 4 hingga 5 persen. Banyak pengamat memprediksikan pertumbuhan akan terjun ke 1 hingga 2 persen. Segala kemungkinan bisa saja terjadi,” kata anggota komite kebijakan moneter Bank Sentral China Ma Jun.

Economic Impacts Due to Corona Predicted to Surpass the 2008 Crisis

Negara dengan ekonomi terbesar kedua di dunia itu sempat memberlakukan penghentian aktivitas industri akibat pandemi corona. Berdasarkan data Johns Hopkins University, kasus positif virus corona di China sudah melambat dengan akumulasi mencapai 82.509 kasus pada Jumat (3/4).

Dari jumlah itu, 76.760 orang sembuh dan 3.326 orang meninggal, sehingga rasio kematian karena virus corona di China sebesar 4,03 persen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *