Pasien Positif Corona Virus Meningkat, Perekonomian Bali Terancam

Positive Corona Virus Increases, Bali Growth is Affected

5 bulan setelah pandemic corona atau CoVid-19 yang berasal adri Wuhan, China akan tetapi pandemic ini masih menyebar ke berbagai Negara di dunia terutama Indonesisa. Virus Covid-19 Wuhan yang menyerang saluran pernapasan ini terus memakan korban jiwa. Dari keseluruhan kasus yang ada di dunia 412.980 orang dalam gejala ringan, sedangkan 23.559 warga dunia mengalami kondisi yang memprihatinkan.

Di kutip dari data Johns Hopkins CSSE menuliskan bahwa kasus kematian terbanyak yaitu AS kemudian Italia sebanyak 8.215 dan Spanyol 4.365. Cina yang mengalami pandemi pertama berada di urutan ketiga jumlah kematian tertinggi, yaitu 3.169 kasus. Ada beberapa resiko yang akan terjadi untuk beberapa saat ini :

Read: The Merry of the New Year in Areabali

Menurunnya Industry Pariwisata

Industri pariwisata mengalami penurunan seiring banyaknya negara-negara yang melakukan lockdown untuk mencegah penyebaran virus corona. Koster mengatakan “Pariwisata Bali seringkali mengalami guncangan-guncangan, seperti Krisis Teluk Persia (Perang Teluk) tahun 1990-1991, Bom Bali tahun 2002, virus SARS tahun 2003 dan  Erupsi Gunung Agung tahun 2017.

Positive Corona Virus Increases, Bali Growth is Affected

Tahun 2020 ini  kembali pariwisata Bali mengalami guncangan akibat merebaknya wabah COVID-19 yang terjadi di beberapa Negara. Hal ini mengakibatkan menurunnya kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali. Pemerintah Indonesia memberikan promosi melalui marketplace e-tiket pesawat antara 30% sampai 40% untuk 10 destinasi dalam negeri dari Maret hingga Mei 2020.

Adapun 10 destinasi wisata yang dimaksud meliputi Batam, Denpasar, Yogyakarta, Labuan Bajo, Lombok, Malang, Manado, Silangit, Tanjung Pinang, dan Tanjung Pandan dan destinasi pariwisata yang lain.

Read : Karma Kandara Bali, Luxury Private Beach

Bisnis Travel Dan Penerbangan Sepi

Wisatawan Tiongkok merupakan yang terbesar kedua (18,2%) setelah wisatawan Australia dari total jumlah kunjungan wisatawan ke Bali sebanyak 6,3 juta. Penurunan wisatawan Tiongkok tersebut sangat dirasakan oleh para pelaku usaha pariwisata seperti hotel, perjalanan wisata, transportasi wisata, pemandu wisata, dan pengrajin Bali.

Positive Corona Virus Increases, Bali Growth is Affected

Hal ini berimbas pada jumlah penerbangan internasional yang makin menurun. Beberapa perusahaan jasa penerbangan pun beberapa hari kedepan akan memberhentikan proses operasioanal sementara sampai waktu yang belum ditentukan.

Penurunan jumlah kunjungan warga Tiongkok ke Bali juga berdampak langsung terhadap penerimaan pajak hotel dan restoran yang menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) se-Bali terutama Kabupaten Badung, Kota Denpasar, Gianyar, dan Klungkung dan sekitarnya.

UKM Masyarakat Merugi

Dampak ancaman virus corona terhadap pariwisata memunculkan imbas susulan ke berbagai sektor. Salah satunya UMKM ataupun Industri Kecil Menengah Bali. Pelaku UMKM/IKM mengaku perputaran bisnis mereka terganggu karena omset harian menurun.  Mereka yakin keadaan tersebut karena industri pariwisata Bali yang juga terancaman wabah virus corona.

Pandemi virus corona telah memukul perekonomian secara global. Corona virus juga berdampak pada minat investasi yangmenjadikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami kemerosotan terparah selama satu dekade terakhir atau mencapai 5%, Kamis pekan lalu. Sementara rupiah terus melemah terhadap dolar AS atau tembus Rp15.200 pada rabu 18 Maret.

Ekspor Impor Terganggu

Wabah virus corona yang terjadi di banyak negara, terutama China, berdampak negatif terhadap sektor perdagangan di Indonesia. Menteri Perdagangan, Agus Suparmanto, mengatakan pembatasan kerjasama perdagangan dengan China membuat sejumlah sektor usaha mengalami perlambatan. Penurunan memang terjadi pada sektor impor bahan baku dari China.

Mentri Perdagangan Agus Suparmanto menekankan agar para pengusaha mencari alternatif negara lain dalam mencari impor bahan baku. “Kita mengimbau untuk segera mencari alternatif. Karena kalau tidak maka produksi terhenti. Produk-produk ini harus mencari bahan baku alternatif di luar China,” tegas Agus.

Itu tadi beberapa dampak dari virus corona di Indonesia. Mari kita semua menjaga kesehatan dan kebersihan agar terhindar dari virus CoVid-19 ini.

Link : https://touristinasia.com/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *