Perayaan nyepi tahun ini berbeda dari perayaan nyepi pada tahun sebelum-sebelumnya. Karena sedang mewabahnya virus corona di seluruh penjuru dunia akhir-akhir ini maka akan ada beberapa perubahan dalam ritual kali ini.
Situasi Tidak Kondusif
Read : Positive Corona Virus Patients Increase, Bali’s Economy Threatened
Tokoh Hindu di beberapa wilayah di Indonesia sudah menyepakati untuk tidak melakukan ritual yang banyak membuat orang berkerumun.
Tokoh Hindu Lamongan bapak Adi Wiyono mengatakan bahwa tahun ini pawai Ogoh-ogoh ditiadakan untuk menghindari keramaian. beliau juga mengatakan ada surat edaran terkait tata cara pelaksanaan sembahyang Nyepi, di saat mewabahnya virus Corona (Covid-19).

Adi yang juga pemangku Pura Sweta Maha Suci Desa Balun ini mengungkapkan jika kemarin umat hanya sembahyang di pura kemudian melaksanakan Nyepi di rumah masing-masing. Karena Ogoh-ogoh sudah dibuat, semua Ogoh-Ogoh itu dijadikan satu di pura dan dibakar saat tengah malam tanpa keramaian warga.
Read : Spot Diving and Snorkeling in Bali
Perayaan Nyepi tetap Dilakukan
Hal terakhir yang dapat dilakukan adalah Nyepi dirayakan dengan menerapkan Chess Brata termasuk mengamati geni atau tidak menyalakan api atau memasak, mengamati pekerjaan yang tidak berfungsi, mengamati lingkungan yang tidak bepergian dan mengamati pelelangan untuk menghentikan kegiatan kesenangan duniawi .

Persiapan Lancar
Persiapan Nyepi tidak menemui kendala meski dalam kondisi pandemi corona. Untuk perlengkapan sesaji pun tidak sulit dicari. Menurut dia, ada tiga yang wajib dipenuhi sebagai inti yakni bunga, air dan api/dupa.
Menurutnya Nyepi tahun ini adalah sarana untuk semakin berintrospeksi diri, menyikapi perubahan juga perkembangan zaman, serta soal bagaimana mesti berperilaku dan bersikap di sekitar keluarga maupun masyarakat.
link : touristinasia.com