Gandeng Jepang, Pemda DIY Kembangkan Kawasan Aerotropolis di YIA

Gandeng Jepang, Pemda DIY Kembangkan Kawasan Aerotropolis di YIA

Area di sekitar Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) Kulon Progo rencananya akan dikembangkan menjadi salah satu kawasan aerotropolis. Untuk itu, Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) akan menggandeng Japan International Cooperation Agency (JICA) dalam melakukan studi pengembangan kawasan tersebut.

“Ngarsa Dalem (Sultan Hamengku Buwono X) ingin Jepang bisa membantu DIY studi terkait kira-kira kalau membangun kawasan (aerotropolis) di sekitar bandara itu seperti apa,” ungkap Kepala Dinas Perizinan dan Penanaman Modal DIY, Agus Priyono.

Dia mengungkapkan bahwa keinginan yang dimaksud adalah memohon kesediaan pemerintah Jepang agar mau membantu dalam hal studi desain pembangunan kawasan aerotropolis. 

Dari rancangan tersebut nantinya diharapkan tidak ada kawasan permukiman kumuh dengan tujuan Yogyakarta sebagai destinasi wisata domestik maupun mancanegara.

“Jadi, begitu wisatawan datang yang mereka lihat adalah daerah tertata. Apalagi kondisi bandara ini sudah bagus,” imbuhnya. Tujuan tersebut, lanjutnya, harus didukung dengan tata kota atau tata letak perencanaan yang baik.

Bicara dalam kesempatan yang sama, Kepala Perwakilan JICA di Indonesia Yasui Takehiro mengungkapkan selama ini Jepang dan Indonesia sudah bekerja sama dalam banyak proyek.

“JICA dan Jogja banyak kerja samanya, sebagai contoh yang paling terkenal kerja sama pembangunan Sabo DAM di Merapi dan UGM, itu merupakan proyek skala besar dan ada proyek skala kecilnya,” kata Yasui.

Ia menjelaskan kehadirannya selain menjajaki peluang kerja sama, juga memperkenalkan diri kepada Gubernur DIY. Karena Yasui bertugas di Indonesia pada pertengahan April lalu dan belum sempat bertemu dengan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X.

“Saya sendiri bertugas sebagai Kepala Kantor JICA, pada April. Datang kemari memperkenalkan diri kepada Bapak Gubernur,” katanya.

Ia menjelaskan, posisi DIY sendiri bagi Jepang sebagai mitra sangat penting. Saat ini, Jepang pun ingin berkontribusi lebih besar bagi DIY. Termasuk dalam membangun kawasan sekitar Bandara YIA.

“Jogja salah satu mitra sangat penting dengan Jepang. Dengan Jepang ingin berkontribusi untuk Jogja,” pungkasnya.

Baca juga: 9 Rekomendasi Staycation di Jogja yang Murah Meriah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.