TV Digital Gratis untuk Masyarakat Kurang Mampu, Ini Syaratnya!

TV Digital Gratis untuk Masyarakat Kurang Mampu, Ini Syaratnya!

Pemerintah kini sudah mulai menghentikan siaran TV analog tahap pertama sejak April 2022. Rencananya akan ada tiga tahapan penghentian siaran TV analog, sampai pada 2 November 2022 mendatang.

Sebenarnya TV digital dan TV analog itu apasih? Mengapa harus berpindah ke TV digital? TV digital adalah perangkat televisi yang mampu menangkap siaran sinyal digital dalam bentuk bit data yang nantinya gambar yang akan ditangkap benar-benar jernih dan tidak ada gangguan seperti “semut” yang berada di TV. 

Lalu TV analog adalah siaran televisi yang dipancarkan melalui sinyal radio dalam format audio lalu video-video tersebut akan  ditransmisikan dalam gelombang AM, sedangkan di radio ditransmisikan dalam gelombang FM. 

Kita harus berpindah ke TV digital karena TV digital dapat menghasilkan televisi yang lebih berkualitas, format digital kaya akan transformasi data dalam waktu bersamaan, digitalisasi televisi dapat meningkatkan resolusi gambar dan suara yang lebih stabil sehingga kualitas penerimaan suara kepada penonton akan lebih baik.

Meski begitu, masyarakat yang tidak memiliki TV digital tidak perlu mengganti perangkat TV baru untuk mendapatkan saluran digital. TV lama yang menyiarkan siaran analog masih bisa memperoleh siaran TV digital, asalkan menggunakan perangkat pendukung Set Top Box (STB) TV Digital.

Untuk mendukung Analog Switch Off (ASO) tersebut, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bersama lembaga penyiaran TV digital teristerial (multipleksing) membagi-bagikan STB secara cuma-cuma kepada masyarakat.

Namun Kominfo mengungkapkan STB akan diberikan secara gratis kepada masyarakat yang kurang mampu.

“Bagi rumah tangga miskin, tapi punya tv tabung, tv lama gitu yang bukan ready to digital nah itu akan dapat bantuan. Terutama di daerah yang akan terjadi analog switch off,” ujar Staf Ahli Menkominfo Bidang Hukum Henri Subiakto.

Syaratnya, harus tercantum dalam Daftar Terpadu Kesejahteraan Sosial Kementerian Sosial (DTKS). Untuk itu, Henri mendorong masyarakat proaktif dengan mengecek data DTKS.

Masyarakat dapat mendaftarkan bansos online dengan mengunduh aplikasi Cek Bansos terlebih dahulu di PlayStore.

Pada aplikasi Cek Bansos dapat memilih menu daftar usulan. Dari daftar usulan dapat mendaftarkan diri bagi yang namanya sudah terdaftar di DTKS.

Kemudian pada menu daftar usulan, pilih menu tambah usulan. Dengan NIK, KTP dan KK sistem akan memvalidasi serta mencocokkan data sudah sesuai atau belum.

Baca juga: Bocoran Produk Rilis Di Acara APPLE WWDC 2022

Leave a Reply

Your email address will not be published.