Sri Lanka Bangkrut, Kok Bisa?

Sri Lanka Bangkrut, Kok Bisa?

Sri Lanka bangkrut dan memulai penutupan perlahan pada Senin (20/6/2022) untuk menghemat cadangan bahan bakar yang menipis.

Sri Lanka bangkrut karena gagal membayar utang luar negeri (ULN) yang mencapai US$51 miliar atau Rp754,8 triliun (asumsi kurs Rp14.800 per dolar AS).

Karenanya, pemerintah negara tersebut memutuskan untuk menutup sekolah dan menghentikan layanan pemerintahan untuk menghemat cadangan bahan bakar yang hampir habis. Selain itu, pemerintah juga meminta pegawai negeri sipil (PNS) untuk bekerja dari rumah atau work from home.

Pemerintah berencana mengurangi perjalanan dan menghemat bensin serta solar. Adapun rumah sakit dan pelabuhan utama di Colombo masih beroperasi. Sementara itu, ratusan ribu pengendara masih mengantre berkilo-kilometer panjangnya untuk membeli bensin dan solar, meskipun Kementerian Energi Sri Lanka mengumumkan bahwa tidak ada stok bahan bakar baru setidaknya selama tiga hari ke depan.

Melansir France 24, negara berpenduduk 22 juta orang itu berada dalam cengkeraman krisis ekonomi terburuknya setelah kehabisan devisa untuk membiayai impor yang paling penting sekalipun termasuk makanan, bahan bakar, dan obat-obatan.

Kronologi Sri Lanka bangkrut

Sebelum dinyatakan bangkrut, Sri Lanka menghadapi rekor inflasi tinggi dan pemadaman listrik yang berkepanjangan. Masalah itu memancing protes selama berbulan-bulan yang disertai desakan agar Presiden Gotabaya Rajapaksa mundur.

Sri Lanka memang tengah menghadapi krisis dalam beberapa waktu belakangan. Imbasnya, pasokan BBM negara itu pun habis.

Perdana Menteri Sri Lanka Ranil Wickremesinghe mengatakan negaranya membutuhkan suntikan US$75 juta dalam valuta asing untuk membayar impor penting.

“Saat ini kami hanya memiliki stok bensin untuk satu hari. Beberapa bulan ke depan akan menjadi yang paling sulit dalam hidup kami,” kata Ranil.

Negara tersebut juga kekurangan stok 14 obat-obatan penting. Ranil juga sebelumnya memperingatkan ancaman kekurangan pangan di tengah krisis ekonomi dan politik yang terus memburuk akibat salah urus negara oleh pemerintah sebelumnya.

Krisis ekonomi Sri Lanka sudah terjadi sejak beberapa tahun terakhir yang terus diperparah dengan pandemi covid-19 dan salah urus oleh pemerintah hingga akhirnya pemerintahan trah Rajapaksa dipaksa mundur.

Baca juga: 5 Negara Ini Ternyata Pernah Ganti Nama, Simak Alasannya

Leave a Reply

Your email address will not be published.