Level Tertinggi! Inflasi Amerika Serikat Mencapai 8,6 Persen

Level Tertinggi! Inflasi Amerika Serikat Mencapai 8,6 Persen

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menyatakan bahwa resesi memang mengancam. Warga AS pun disebut benar-benar terpuruk akibat pandemi Covid-19 ditambah dengan kenaikan harga yang telah mendorong inflasi ke rekor tertinggi.

“Mereka benar-benar terpuruk. Kebutuhan akan kesehatan mental di Amerika telah meroket. Sebagian besar adalah konsekuensi dari apa yang terjadi, apa yang terjadi sebagai konsekuensi dari krisis Covid,” katanya dalam wawancara khusus dengan Associated Press, Kamis (16/6/2022).

Dia juga menyinggung ramalan para ekonom yang memperingatkan bahwa AS tengah berada di jalan menuju resesi.

Inflasi di Amerika Serikat (AS) sepertinya masih akan terus tinggi dalam beberapa waktu ke depan. Hal ini tidak lepas dari inflasi produsen (producer price index/PPI) yang masih tinggi. Ketika inflasi produsen tinggi, maka harga juga ke konsumen akan meningkat. Hal ini akan berdampak pada inflasi (consumer price index/CPI).

Biro Statistik AS Selasa kemarin melaporkan PPI di bulan Mei tumbuh 0,5% month-to-month (mtm), dan 10,8% year-on-year (yoy). PPI secara tahunan sebenarnya sudah turun dalam dua bukan beruntun, tetapi masih dekat rekor tertinggi sepanjang masa 11,5% (yoy) yang tercatat pada Maret lalu.

Sementara itu, Jumat pekan lalu CPI di Amerika Serikat (AS) masih terus menanjak, pada Mei 2022 tercatat melesat 8,6% (yoy). Inflasi tersebut naik dari bulan sebelumnya 8,3% (yoy) dan menjadi rekor tertinggi sejak 1981.

Sejumlah faktor mendukung tingginya inflasi AS pada Mei, seperti naiknya harga komoditas energi. Inflasi energi di Negeri Adi Daya tersebut mencapai 4,5% (m-to-m) atau 50,3% (yoy). Rinciannya, harga bahan bakar bensin (gasoline) mengalami inflasi 4,1% (m-to-m) atau 48,7% (yoy). Adapun minyak bakar (fuel oil) mengalami inflasi 16,9% (m-to-m) atau 106,7% (yoy).

Sedangkan inflasi makanan pada Mei 2022 mengalami inflasi 1,2% (m-to-m) atau 10,1% (yoy). Rinciannya, makanan di rumah mengalami inflasi 1,4% (m-to-m) atau 11,9% (yoy), sementara makanan luar rumah mengalami inflasi 0,7% (m-to-m) atau 7,4% (yoy).

Baca juga: Prediksi Inflasi Indonesia Melesat 4,2 Persen 2022

Leave a Reply

Your email address will not be published.