Kualitas Udara Jakarta Menjadi yang Terburuk di Dunia

Kualitas Udara Jakarta Menjadi yang Terburuk di Dunia

Bertepatan dengan hari ulang tahun (HUT) ke-495 Kota Jakarta, warga Ibu Kota dapat “kado” polusi udara pada hari ini, Rabu (22/6/2022). 

Buruknya kualitas udara di Jakarta ini sudah terjadi sejak Jumat (17/6/2022). Bahkan, selama dua hari berturut-turut pada Senin (20/6/2022) dan Selasa (21/6/2022), Jakarta jadi kota dengan kualitas udara terburuk di dunia.

Untuk hari ini, lagi-lagi Jakarta jadi kota dengan kondisi udara paling buruk di dunia. Hingga pukul 11.00 WIB, indeks pencemaran udara di Ibu Kota berada di angka 163.

Plt. Deputi Bidang Klimatologi BMKG Urip Haryoko menerangkan beberapa hari terakhir tingkat polutan di Jakarta mengalami lonjakan. Dari data BMKG, kadar polutan berada pada level 148 µg/m3.

Tingginya angka polutan membuat kualitas udara di Jakarta masuk dalam kategori udara tidak sehat. Bahkan polutan tersebut dapat terlihat secara kasatmata.

“Tingginya konsentrasi PM2.5 dibandingkan hari-hari sebelumnya juga dapat terlihat saat kondisi udara di Jakarta secara kasat mata terlihat cukup pekat/gelap,” kata Urip seperti dikutip dari Antara, Minggu (19/6/2022).

Anies Baswedan buka suara

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menegaskan bahwa masalah polusi udara di Jakarta merupakan tanggung jawab bersama setiap sektor. 

“Mari kita kurangi emisinya bukan hanya di jajaran pemerintah saja, termasuk industri, termasuk pembangkit energi, apakah pembangkit energi menghasilkan emisi yang berkontribusi signifikan pada kualitas udara Jakarta,” kata Anies di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Rabu (22/6/22). 

Sumber-sumber pencemar yang menyebabkan menurunnya kualitas udara di Jakarta, kata Anies, harus ditemukan dan ditunjukkan sehingga bisa melakukan koreksi. 

“Tindakan Pemprov DKI Jakarta tegas yang penting kita tunjukkan siapa pelakunya dan ditindak,” tegas Anies. 

Untuk mengatasi persoalan itu, Anies mengupayakan sejumlah langkah, diantaranya kewajiban mengurangi emisi di kota dengan uji emisi. Uji emisi ini tentunya untuk mengurangi dampak negatif dari kendaraan bermotor yang beroperasi di Jakarta. 

Kemudian, perbaikan sejumlah sarana transportasi umum untuk menggenjot warga Jakarta dan sekitarnya agar beralih menggunakan sarana transportasi umum. “Jadi kita lakukan langkah-langkah untuk mengurangi emisi di kota ini dengan tranportasi umum yang dibangun dan alhamdulillah peningkatan penumpangnya tinggi sekali,” ujarnya.

Baca juga: Promo-promo Menarik HUT DKI Jakarta Hajatan yang Bisa Kamu Dapatkan

Leave a Reply

Your email address will not be published.