Jokowi Larang Ekspor Bauksit,Apa Alasannya?

Jokowi Larang Ekspor Bauksit,Apa Alasannya?

Presiden Joko Widodo (Jokowi) berencana menghentikan ekspor bahan mentah bauksit. Hal ini menyusul rencana menjadikan Indonesia sebagai negara produsen barang berbahan aluminium.

Sebelum menghentikan ekspor bauksit, Jokowi juga menyetop ekspor nikel dengan tujuan sama, yaitu menjadi Indonesia sebagai produsen barang berbasis nikel.

“Keinginan sejak lama kenapa kita setop ekspor nikel ya ke situ, dan dilanjutkan dengan setop ekspor bahan mentah bauksit sehingga kita bisa memproduksi barang jadi berasal dari aluminium,” kata Jokowi saat menghadiri implementasi tahap kedua industri baterai listrik terintegrasi, di Batang Jawa Tengah, Rabu (8/6).

Larangan bauksit ini menyusul keputusan penghentian ekspor bahan mentah bijih nikel pada 2020 lalu. Presiden menyebut, hilirisasi sangat dibutuhkan untuk menambah lapangan kerja dan menyejahterakan masyarakat.

Adapun jika menilik pada peraturan perundang-undangan yang ada saat ini, larangan ekspor komoditas mentah, termasuk bauksit, berlaku setidaknya pada 10 Juni 2023. Hal tersebut tertuang dalam Undang-Undang No.3 tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara (UU Minerba).

UU Minerba sendiri mengatur ekspor mineral yang belum dimurnikan seperti konsentrat dibatasi hanya tiga tahun sejak UU ini berlaku pada 10 Juni 2020. Tiga tahun setelah diundangkan artinya pelarangan ekspor bahan mentah dan konsentrat mineral berlaku mulai 10 Juni 2023 mendatang.

Leave a Reply

Your email address will not be published.