Dapat Sindiran, Elon Musk Batal PHK Karyawan

Dapat Sindiran, Elon Musk Batal PHK Karyawan

Chief Executive Officer Elon Musk mengubah rencananya tentang pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawan Tesla. Dia memutuskan untuk menambah jumlah karyawan, tetapi kenaikan gaji karyawan akan sangat sedikit. 

Hal tersebut menandai penarikan kembali pernyataan Musk pada dua hari sebelumnya yang mengatakan perlunya pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawan Tesla sebesar 10 persen.

”Total jumlah karyawan akan meningkat, tetapi gaji harus cukup datar,” cuit Musk di Twitter dalam balasan ke akun yang tidak terverifikasi yang membuat prediksi bahwa jumlah karyawan Tesla akan meningkat selama 12 bulan ke depan.

Dikutip dari Reuters seperti dilansir dari Antara, Senin (6/6), sebelumnya Musk mengatakan, memiliki perasaan yang sangat buruk tentang ekonomi Amerika Serikat dan perlu mengurangi pekerja sekitar 10 persen. Hal itu dia sampaikan dalam surat elektronik (email) kepada eksekutif Tesla pada Kamis (2/6).

Joe Biden sindir Elon Musk

Uniknya, isi email tersebut direspons oleh Presiden Amerika Serikat Joe Biden. Joe Biden menepis soal ancaman resesi tersebut, dan menyindir Musk dengan menyebut jika beberapa pesaing Tesla justru semakin ekspansif dalam kendaraan listrik.

Dalam pidatonya di Delaware, Biden memamerkan laporan pekerjaan AS yang solid di Mei 2022. Di mana, Departemen Tenaga Kerja AS merilis adanya tambahan 390 ribu pekerja. Begitu juga dengan tingkat pengangguran yang bertahan di level rendah 3,6 persen.

Saat ditanya para wartawan terkait pendapat Musk soal ancaman resesi, Biden justru memuji Ford dan Stellantis.

“Baiklah, izinkan saya memberi tahu Anda, sementara Elon Musk berbicara tentang itu, Ford meningkatkan investasi mereka secara besar-besaran,” kata Biden, seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (4/6).

Baca juga: Joe Biden Undang BTS Ke White House, untuk Apa?

Leave a Reply

Your email address will not be published.