
Pengamat menyebut pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) bakal ‘hancur-hancuran’ karena pandemi virus corona, terutama pada kuartal I dan II 2020.
Ekonom Goldman Sachs, misalnya, memproyeksi pertumbuhan ekonomi riil AS negatif 9 persen pada kuartal I dan berlanjut hingga 34 persen pada kuartal II.
Increasingly heats up, US-China Throwing Accusations Against Conspiracy
Diketahui, pemerintah AS menggelontorkan dana stimulus sebesar US$2 triliun atau sekitar Rp32 ribu triliun (kurs Rp16 ribu per dolar AS) demi menyelamatkan ekonomi yang terpukul oleh penyebaran virus corona. Presiden AS Donald Trump menandatangani undang-undang paket kebijakan itu pada Jumat (27/3) kemarin.
Trump menyebut insentif ini diharapkan menolong keluarga, pekerja, hingga pengusaha AS yang terkena dampak negatif virus corona.
It Is Predicted The Rupiah Will Touch Rp. 20 Thousand Per Dollar Corona Impact
Trump menjabarkan pemerintah AS akan menyalurkan insentif sebesar US$100 miliar untuk rumah sakit dan fasilitas kesehatan yang membutuhkan peralatan medis hingga alat pelindung diri (APD).
Lalu, sebanyak US$500 miliar akan dipinjamkan kepada perusahaan-perusahaan termasuk maskapai penerbangan.
Selanjutnya, sekitar US$377 miliar akan dihibahkan untuk usaha kecil dan menengah dan sisa stimulus dialokasikan untuk membantu para pengangguran di AS.