Eropa Krisis karena Menjadi Pusat Pandemi Corona

WHO menyatakan pusat pandemi virus Corona kini ada di kawasan Eropa. Sebagai upaya pencegahan penyebaran, Arab Saudi menghentikan sementara penerbangan internasional.

This Corona Mutation is Far More Virulent Than the First Wuhan Virus

Data WHO juga menyebut bahwa sejauh ini, sedikitnya 5.338 orang meninggal dunia akibat virus Corona secara global. Korban meninggal terbanyak ada di wilayah China daratan. Dengan 3.189 orang meninggal hingga Jumat (13/3) tengah malam waktu setempat. Kemudian 1.266 orang lainnya meninggal dunia di Italia.

“Eropa sekarang telah menjadi pusat pandemi (virus Corona-red), dengan lebih banyak kasus dan kematian dilaporkan dibandingkan negara-negara lainnya di seluruh dunia, terlepas dari China,” sebut Tedros.

The Greatest Conspiracy About the Wuhan Corona Virus

Hal ini disampaikan Direktur Jenderal (Dirjen) WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, dalam konferensi pers yang digelar secara teleconference untuk menghindari potensi penyebaran virus di kalangan wartawan.

Sekitar 2.134 kasus lainnya terdeteksi dan diperiksa di wilayah AS. Kasus-kasus ini, sebut CNN. juga termasuk kasus yang dinyatakan positif virus Corona oleh laboratorium kesehatan publik dan belum mendapat konfirmasi akhir dari laboratorium CDC.

Facebook, Twitter, Youtube And Google Delete Videos About Corona Conspiracy

Sekitar 2.134 kasus lainnya terdeteksi dan diperiksa di wilayah AS. Kasus-kasus ini, sebut CNN, juga termasuk kasus yang dinyatakan positif virus Corona oleh laboratorium kesehatan publik dan belum mendapat konfirmasi akhir dari laboratorium CDC.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) dan badan kesehatan negara bagian AS.

seperti dilansir CNN, Sabtu (14/3/2020), saat ini terkonfirmasi ada 2.204 kasus virus Corona di wilayah AS. Dengan jumlah korban meninggal akibat virus Corona mencapai 49 orang.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 70 kasus di antaranya muncul di kalangan warga AS yang dievakuasi dari Wuhan, China dan dari kapal pesiar Diamond Princess yang sempat dikarantina di Jepang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *