[:en]China Conducts Diplomacy which Is Considered Dangerous in the Middle of a Pandemic[:]
Beijing harus mengurangi upaya agresifnya untuk mengubah narasi atas pandemi virus corona dan mengendalikan sentimen nasionalis yang meningkat karena upaya tersebut telah menjadi bumerang dan merusak reputasi internasionalnya.
Sangat jarang bagi pengamat China untuk mengeluarkan peringatan tentang taktik negara mereka, terutama karena China telah mengambil nada yang semakin keras terhadap Amerika Serikat dan sekutu Baratnya dalam dua tahun terakhir.
Dalam sepekan terakhir, pemerintah Prancis telah memanggil duta besar China setelah kedutaan besar China memposting sebuah artikel yang menyarankan para pekerja di panti jompo Prancis meninggalkan pekerjaan mereka.
Selain itu tuduhan rasialis pun muncul atas laporan pengusiran paksa dan penganiayaan terhadap orang Afrika di Guangzhou.
Tetapi Shi Zhan, Direktur Pusat Politik Dunia di Universitas Hubungan Luar Negeri China mengatakan kebangkitan nasionalisme di antara para diplomat sangat berbahaya mengingat meningkatnya ketidakpercayaan atas China oleh negara-negara Barat.
Sebelumnya Zhao mengatakan dalam cuitannya bahwa jika seseorang mengklaim bahwa ekspor China beracun, maka berhentilah mengenakan masker dan APD buatan China.
“Kepada audiensi di luar negeri, Zhao terdengar seperti dia menggunakan pasokan masker sebagai ancaman dan itu langsung menjadi masalah keamanan ketika masker dilihat sebagai senjata,” kata Shi.
Dengan resesi global yang mengancam, hilangnya kepercayaan dan kredibilitas jauh lebih berbahaya daripada permintaan luar negeri yang lemah dan hilangnya pesanan manufaktur.
Dia juga mengatakan komentar juru bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian untuk menangkis kesalahan atas masalah kualitas masker dan ekspor medis China lainnya sangat kontraproduktif.
“Jenis-jenis pernyataan yang tidak terkendali ini meningkatkan ketidakpercayaan dan konfrontasi akan lebih banyak merusak sektor manufaktur China daripada virus corona,” kata Shi.
Berbicara di sebuah seminar di Beijing, Cheng Tao, mantan utusan Tiongkok untuk Mali dan Maroko juga memperingatkan bahwa meskipun bantuan medis Beijing bermaksud baik, akan ada kritik keras terhadap China dari seluruh dunia, termasuk negara-negara Afrika.
Hari para travelers manca negara, kali ini para pecinta pulau Bali dengan segala Keindahan di…
Bingung ke Bali mau mendaki dimana, Areabali Bali merekomendasikan Gunung diBali yang cocok banget buat…
Rekomendasi Tes Kriuk Babi Guling Di Bali. Yuk Areabali akan memberikan rekomendasi tes kriuk Babi…
Mantan istri Donald Trump Ivana Trump meninggal dunia di New York City. Ivana Trump meninggal…
Bingung Libur Kuliah Mau Kemana? YUK KE BALI. Teman mahasiswa dan mahasiswi bingung liburan kuliah…