
Dari situs pelaporan online Worldometers, virus corona telah menginfeksi 782.103 orang di 200 negara. Dari jumlah itu, 164.753 pasien dinyatakan sembuh.
Direktur pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Kristalina Georgieva menyebut pandemi virus corona (COVID-19) menciptakan krisis ekonomi yang parah. Bahkan lebih buruk daripada krisis keuangan global 2008.
Pets in the US are infected with Corona Virus
“Ini adalah masa paling gelap umat manusia, ancaman besar bagi seluruh dunia dan itu mengharuskan kita untuk berdiri tegak, bersatu dan melindungi warga negara kita yang paling rentan.” katanya.
“Tidak pernah dalam sejarah kita menyaksikan ekonomi dunia terhenti,” kata Georgieva pada konferensi pers di kantor pusat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di Jenewa, Swiss.
Corona Virus Continues to Mutate In Indonesia
Ia juga menegaskan bahwa IMF saat ini memiliki paket pinjaman senilai US$ 1 triliun dan akan mengucurkan sebanyak mungkin dana bantuan kepada negara-negara yang membutuhkan. Ia menyebut sudah ada lebih dari 90 negara sejauh ini yang telah meminta bantuan dari dana itu.
Lebih lanjut, Georgieva menjelaskan alasan IMF memfokuskan dana ke negara berkembang adalah karena ekonomi mereka paling terpukul oleh wabah. Juga, karena kebanyakan dari negara-negara ini memiliki lebih sedikit sumber daya untuk melindungi diri dari kejatuhan ekonomi.
The Greatest Conspiracy About the Wuhan Corona Virus
“Ini jauh lebih banyak daripada selama krisis keuangan global, dan beberapa negara sangat bergantung pada ekspor komoditas. Saat harga jatuh, mereka makin terpukul.” katanya.
Namun begitu, ia meyakini bahwa dunia akan bisa melalui semua ini asalkan ada kerjasama dari berbagai negara.