Kasus virus corona di Asia Tenggara mencapai 14,1 ribu kasus hingga Selasa (7/4) pagi, atau mengisi sekitar satu persen dari total kasus di dunia. Jumlah itu didominasi oleh Malaysia dan Filipina, masing-masing dengan 3,8 ribu kasus dan 3,7 ribu kasus.

Kasus deman berdarah atau DBD di Bali meningkat di tengah wabah pandemic Covid-19.
Bahkan berdasarkan data Dinas Kesehatan (Diskes) Provinsi Bali, kasus DBD di Bali naik hingga lebih dari 100 persen.
Amazing Enchantments Place on Jeju Island, Volcanic Island from South Korea
Dari semua kasus Tabanan sebanyak 84; Karangasem 70 kasus, Klungkung 69 kasus, Bangli 65 kasus, dan terendah Kabupaten Jembrana dengan jumlah 40 kasus. Buleleng menempati urutan pertama kasus terbanyak dengan jumlah sebanyak 426 kasus.
Kemudian disusul Badung sebanyak 257; Ketiga Gianyar 221 dan keempat Denpasar dengan jumlah 201 kasus.
WHO Announces Mandatory Use of Masks When Out of the House
Peningkatan kasus DBD di Bali disebabkan oleh perubahan cuaca yang tak menentu. “Kadang hujan kadang panas, itu juga mempengaruhi.
Sehingga kami harapkan masyarakat meningkatan gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) melalui 3M (menguras, menutup, dan mengubur)dan gerakan satu rumah satu jumantik (juru pemantau jentik),”tukasnya.
Untuk update crona sendiri saat ini Indonesia berada di peringkat tiga dengan hampir 2,5 ribu kasus. Thailand dan Singapura pun mencatatkan ribuan kasus positif Covid-19, yakni 2,2 ribu kasus dan 1,4 ribu kasus..